MELATIH KEMAMPUAN VOKAL/BICARA PADA ANAK AUTIS
Ini adalah lanjutan
dari materi pada postingan sebelumnya ya, yaitu mengenai mand. Bagi yang belum
baca, silakan dibaca terlebih dahulu, supaya berkesinambungan.
Jadi, apa nih tips
& trick supaya anak Autis tu termotivasi untuk mengeluarkan suara dan
bahasaya?? Simak penjelasan berikut ini:
1. Asses
terlebih dahulu bunyi atau suara yang dikeluarkan anak, misalnya terdengar
suara AAAA, coba A itu dijadikan sebagai sebuah Apel (bendanya), dan didekatkan
kepada anak, sehingga motivasi mand untuk bilang “apel” terjadi. Jika mendengar
suara brbrbr/bruuumm, jadikan mobil sebagai motivasi mand, kemudian latih anak
untuk bilang mo, bil, mobil.
2. Tentu
hal tersebut tidak bisa dilakukan sehari atau beberapa kali saja, namun sambil
bermain setiap hari, ortu/terapis bisa memotivasi anak untuk mengeluarkan
vokalnya dengan cara demikian, namun divariasikan sesuai dengan suara yang
dikeluarkan anak, dan kemampuan anak saat itu, kemudian ditingkatkan.
3. Bangun
kenyamanan anak dengan kita (pairing), sambil bermain berikan reinforcer yang
anak suka dengan cara gratis (tanpa syarat)
4. Jika
anak melihat barang yang kita berikan, maka barang tersebut bisa didekatkan
pada mulut ortu/terapis, kemudian sebut nama barang tersebut sebanyak 3x dekat mulut,
agar anak dapat memperhatikan bagaimana mulut bergerak dan bersuara
5. Jika
pairing sudah terbangun, pada kesempatan berikutnya coba bantu anak untuk
menyebut nama ujungnya, misal ingin kue… cukup bilang k…. Kasih
kuenya…pelan-pelan kita bentuk kata dari k, k-we.. kue
6. Jika
anak sudah bisa bilang k….tahapan berikutnya baru dikasih jika dia bilang k-we. Jika anak sudah bisa
k-we, tahapan berikutnya baru dikasih
jika dibilang kue. Demikian seterusnya
untuk kata-kata lain.
7. Latihlah
minimal 30-60 menit setiap hari agar anak cepat menangkap konsepnya
8. Jangan
memberikan benda yang dia minta dengan cara menangis, jika menangis maka
biarkan saja dan simpan reinforcer tersebut. Reinforcer hanya diberikan ketika
dia mengatakan walau hanya dengan suara yang tidak begitu jelas.
9. Perkaya
lingkungan anak dengan banyak berbicara, dan berbicara dengan 1 kata saja,
misalnya “adik mau kue” ganti saja dengan “kue?”
10. Tingkatkan
kekuatan otot mulut anak, misalnya dengan meniup menyedot, dan aktivitas
motorik lainnya.
11. Kita
buatkan daftar kata-kata sesuai kategori pengucapannya. Misal kelompok 1adalah kata-kata yang artikulasinya jelas, kelompok 2 adalah kata-kata
yang kurang jelas tetapi ada potensial untuk dilatih dengan cepat dann kelompok 3 adalah kata-kata yang
sulit. Pengelompokan ini memudahkan kita untuk memilih kata-kata mana yang perlu dilatih setiap hari untuk perbaikan
artikulasi.
Jangan lupa berkerjasama dengan terapi wicara anda
Komentar
Posting Komentar